Copyright © Dorarpol.com 2018.
Design by suradipa

1052
Happy Customers World Wide since May 8, 2008 dorarpol has 79,238 pageviews in total
839
artwork in their gallery were viewed 659,256 times

Kisah Mantan Sopir Bus Penggagas Kampung Desain yang Mendunia


MAGELANG, KOMPAS.com – Warga Desa Kaliabu, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terutama pemuda, kini banyak berprofesi sebagai desainer logo perusahaan. Hasil karya mereka kerap menjuarai berbagai kontes logo di seluruh dunia. Profesi unik ini telah dapat mengubah taraf ekonomi serta martabat desa itu yang dahulu terkenal sebagai desa dengan angka kriminal tinggi. Muhammad Abdul Bar (44 tahun) menjadi salah seorang penggagas kampung desain itu. Abdul sendiri semula hanya seorang sopir bus malam jurusan Magelang – Jakarta. Namun ia telah banting stir jadi desainer logo. Hasil karyanya telah dikirim ke berbagai kompetisi desain logo perusahaan di seluruh dunia. Abdul menceritakan, keahliannya mendesain didapat dari salah seorang kawan sekitar tiga tahun lalu. Sang kawan itulah yang telah “mencuci otaknya” tentang bagaimana mengubah nasib menjadi lebih baik dari seorang supir bus menjadi desainer atau pengrajin logo. “Saya diajari dari nol bagaimana menggambar sebuah logo menggunakan komputer. Lambat laun saya bisa. Lalu saya diajari juga bagaimana hasil karya logo itu bisa menghasilkan uang, salah satunya dengan mengikuti berbagai kontes desain logo,” ujar Abdul kepada Kompas.com di kediamannya, Jumat (9/1/2015). Bapak dua putra itu lalu terus mengasah kemampuannya menggambar logo sembari tetap menjalankan pekerjaannya sebagai sopir bus malam. Hingga suatu ketika, saat dirinya sedang dalam perjalanan dari Magelang ke Jakarta, sang istri menghubunginya untuk memberitahu bahwa ia memenangi sebuah kontes logo perusahaan otomotif di Australia. “Saat itu juga saya memutuskan untuk pulang, sedangkan bus biar kernet saya yang melanjutkan perjalanan ke Jakarta,” kisah Abdul. Dari kontes itu, Abdul mendapat hadiah 400 dolar AS atau sekitar Rp 4 juta. Nominal yang cukup besar bagi Abdul karena selama bekerja sebagai sopir, pendapatannya tidak sampai angka jutaan. Abdul mengatakan, diri malah kerap tombok karena harus menanggung musibah kecelakaan yang sering menimpa dirinya. “Hampir setiap tahun saya kecelakaan, dan kerap juga mengakibatkan orang meninggal dunia. Dari situ saya kemudian bertekad untuk tidak lagi menjadi sopir dan memilih jadi pengrajin logo,” kata suami dari Umroh Mahfudhoh (32) itu. Sudah tidak terhitung berapa kali Abdul memenangi kontes mendesain logo perusahaan di seluruh dunia, seperti Eropa, Asia, Australia hingga Timur Tengah. Informasi berbagai kontes itu ia peroleh dari internet. Hadiah memenangi berbagai kontes itu, kata Abdul, bervariasi mulai puluhan hingga ratusan dolar AS. Dari hadiah itu, Abdul bisa membangun rumah, membeli kendaraan dan tentu saja menafkahi keluarganya. Saat ini pekerjaan Abdul hanya mendesain logo. Abdul dan dua orang temannya yang telah terjun ke dunia desain juga mengajak saudara serta tetangganya untuk menggeluti bidang yang sama. Sebab, Abdul cukup prihatin dengan kondisi lingkungan desa Kalibu yang terkenal dengan premanisme. Dulu, hampir semua pemuda desa itu tidak memiliki pekerjaan tetap. Kebanyakan mereka hanya nongkrong, pesta miras, memalak, berkelahi dan sebagainya. “Pelan-pelan kami ajak pemuda desa ini untuk berubah ke arah yang lebih baik. Mereka kami traktir makan, hingga mereka bertanya dari mana uang yang kami dapat. Lalu kami jawab bahwa uang ini kami dapat dari menang kontes desain logo. Nah dari situ mereka tertarik dan mau bergabung dengan kami,” kisah Abdul. Seiring perjalan waktu, banyak pemuda yang ingin bergabung dan belajar menggambar desain. Lalu Abdul membentuk Komunitas Rewo-rewo. Nama itu dipilih karena semua anggota memiliki latarbelakang beragam, dari pengangguran, tukang bakso, pedagang pakaian, sopir, guru. Anggotanya kini mencapai 250 orang, semua warga desa Kaliabu, yang kebanyakan hanya lulusan SMP dan SMA. Kini, desa Kaliabu tidak lagi dikenal sebagai desa yang mengerikan tetapi berubah menjadi desa membanggakan berkat karya-karya logo mereka yang sudah dikenal dunia. Hampir semua anggota komunitas itu pernah memenangi kontes desain logo yang diselenggarakan oleh perusahaan- perusahaan di berbagai negara. Abdul menyebutkan, jika dikalkulasi, seluruh pendapatan warga dari memenangi kontes logo bisa mencapai Rp 8 miliar dalam kurun tiga tahun terakhir. Tidak heran jika banyak warga yang beralih profesi menjadi desainer logo. Dalam waktu dekat, desa ini juga akan menjadi desa percontohan dalam hal pengembangan ekonomi kreatif dan teknologi informasi di Jawa Tengah. Kendati demikian, Abdul tidak menampik jika ada berbagai kendala yang dihadapi dalam menjalani profesi itu, seperti akses internet yang belum maksimal, lalu beberapa warga yang belum bisa menghargai konsep karya orang lain.

Abdul dan teman-temannya kini ingin terus memompa semangat berkarya dan berkompetisi secara sehat antar warga atau anggota komunitas. Ia juga sudah mulai mendorong anggota untuk meneruskan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, baik pendidikan yang berkonsentrasi pada desain ataupun tidak. “Kami akan terus bekerja di bidang ini, selama kami masih punya semangat berkarya,” kata Abdul.

rasa penasaran saya sangat kuat ketika mendengar bahwa ada salah satu seorang Designer logo kampung masuk dalam sebuah program cara yang besar di Metro TV. siapa yang tidak mengenal acara Kick Andy yang sering kali menghadirkan orang-orang inspiratip. dan dengan penuh bangga nya saya melihat acara Kick Andy saat itu, walaupun bukan saya atau pun orang yang saya kenal tetapi mereka telah mewakili kita semua mengenalkan kepada seluruh orang yang ada di Indonesia bahwa kita berada ditengah-tengah mereka.

menarik sekali ketika  Kang Ibin salah satu designer yang hadir diacara tersebut diwawancarai tentang pekerjaannya sehari-hari. ia menjawab bahwa pekerjaannya sehari-hari adalah pekerjaan yang miris, pekerjaan orang kampung yang sama sekali tidak pentas jika di jajarkan dengan pekerjaan designer. seperti buruh tani, buruh bangunan, tukang kayu, pokok pekerjaan sembarangan katanya. tetapi itulah nasibnya. kang ibin juga mengaku sampai saat ini telah memenangkan sekitar 30 an lebih kontes designs. semua penonton semua nya tepuk tangan karena kagum dengan prestasinya tersebut. sambil menonton kang ibin di wawancarai saya berfikir ” jadi artis ni kang ibin sekarang”.
yang lebih miris dari pengakuan kang ibin ini adalah ketika dia bercerita tantang gajinya selama ini sebagai buruh. dia mengaku upah macul setengah harisampai jam dua belas adalah 10 ribu rupiah, dan upah buruh bangunan adalah 35 ribu. saat di bandingkan dengan bayaran yang ia terima dari designs logo yang semua dibayarkan dengan dolar. bayaran buruh nya itu belum seberapanya dengan bayarannya sebagai designer.  dia juga bercerita tentang hadiah yang dia dapat terakhir dari designs logo adalah 350 dolar. jika dirupiahkan skarang ini sekitar 4 juta lebih. wah keren Kang ibin, bisa bikin mereka melongo dan tepuk tangan kagum.
mungkin lebih banyak lagi orang-orang yang seperti kang ibin, terbantu karena designs online ini. dengan dihadirkannya kang ibin ke acara Kick Andy menandatakan bahwa dunia luar telah melirik designs dan kemungkinan akan semakin banyak lagi anak muda yang mengikuti langkahnya. kehadirannya malam ini menginspirasi banyak orang diluar sana termasuk saya sendiri.
Pada saat itu juga dihadirkan Abdul bahar sebagai Nara sumber seorang yang dulu memiliki pekerjaan yang berat dan sekarang sudah menjadi desainer logo.beliau adalah mantan seorang supir Bus malam jurusan salaman cengkareng. penghasilan yang ia dapatkan sebagai supir bus malam selama 3 hari tidak pulang sekitar 250-300 Ribu rupiah. sebagai seorang supir Bus yang sedang PD2 Nya ia mengaku pada saat itu tidak mengenal istilah Corel Draw maupun Ilustrator, karena mendapat saran dari seniornya bernama Agit akhirnya beliau beralih profesi sebagai desainer logo. pada saat itu juga ia sempat dikata gila” karena jarinya mengisayaratkan mereng di kepala” oleh banyak orang karena meninggalkan pekerjaan sebagai supir Bus ke designer logo yang tidak dimasuk akal oleh kebanyakan orang.
 kebanggaan tersendiri buat saya ketika melihat mereka berdua masuk ke Program acara TV yang beken ini, dan semoga tidak hanya mereka tetapi ada giliran buat saya dan pembaca juga. semangat terus designer Indonesia, dan selalu tingkatkan kreatifitas kalian. mereka berdua telah menunjukan bahwa anak kampung dan supir bus juga bisa berkarya sampai luar negeri.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Kisah Mantan Sopir Bus Penggagas Kampung Desain yang Mendunia”, https://regional.kompas.com/read/2015/01/10/13285431/Kisah.Mantan.Sopir.Bus.Penggagas.Kampung.Desain.yang.Mendunia.

PenulisKontributor Magelang, Ika Fitriana

EditorEgidius Patnistik

Sources : https://regional.kompas.com/read/2015/01/10/13285431/Kisah.Mantan.Sopir.Bus.Penggagas.Kampung.Desain.yang.Mendunia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts
Archives
Categories
Stats